PM-AAS Dorong Peningkatan Produktivitas Padi di Manggarai dan Manggarai Timur
MANGGARAI, NTT – Upaya mendorong modernisasi pertanian dan peningkatan produktivitas padi terus dilakukan melalui penguatan kapasitas sumber daya manusia di tingkat daerah. Balai Besar Perakitan dan Modernisasi Bioteknologi dan Sumber Daya Genetik Pertanian (BRMP Biogen) bersama Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Nusa Tenggara Timur (BRMP NTT) melaksanakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pertanian Modern–Advanced Agriculture System (PM-AAS) di Kabupaten Manggarai dan Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur.
Kegiatan Bimtek di Kabupaten Manggarai dilaksanakan pada 10–11 September 2026, sedangkan kegiatan di Kabupaten Manggarai Timur dilaksanakan pada 11 September 2026. Kegiatan tersebut diikuti jajaran Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, ketua tim kerja, koordinator penyuluh, penyuluh pertanian, serta kelompok tani dari kedua kabupaten.
Bimtek PM-AAS menjadi salah satu langkah untuk memperkuat pemahaman dan kapasitas penyuluh serta petani dalam menerapkan teknologi dan metode pertanian modern. Penerapan PM-AAS diharapkan dapat mendukung peningkatan efisiensi budidaya sekaligus produktivitas padi sesuai dengan kondisi dan kebutuhan wilayah.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan berbagai materi teknis, antara lain validasi data lapangan, realisasi Luas Tambah Tanam (LTT) hingga awal September 2026, serta petunjuk teknis penerapan PM-AAS.
Materi juga mencakup penerapan model tanam rapat dengan sistem pola 4:1 dan 6:1, pengenalan varietas unggul spesifik PM-AAS, serta pemanfaatan alat dan mesin pertanian seperti alat tanam benih langsung (tabela) dan drum seeder.
Selain materi teknis, kegiatan juga menjadi ruang untuk memperkuat koordinasi dan konsolidasi antara pemerintah daerah, penyuluh, dan petani. Motivasi kerja serta arahan penguatan koordinasi turut disampaikan agar penerapan teknologi pertanian dapat berjalan secara terpadu dan berkelanjutan.
Kolaborasi antara BRMP Biogen, BRMP NTT, pemerintah daerah, penyuluh, dan kelompok tani menjadi bagian penting dalam memastikan teknologi yang diperkenalkan tidak berhenti pada tahap transfer pengetahuan. Penerapan di lapangan menjadi kunci agar inovasi pertanian dapat memberikan dampak nyata bagi petani.
Melalui pelaksanaan Bimtek PM-AAS ini, peserta diharapkan mampu memahami sekaligus menerapkan teknologi dan metode yang telah diperkenalkan sesuai dengan kondisi lapangan. Penerapan tersebut diharapkan dapat mendukung modernisasi sistem budidaya serta peningkatan produktivitas padi di Kabupaten Manggarai dan Kabupaten Manggarai Timur.
Dengan penguatan kapasitas pelaku pertanian dan sinergi lintas pihak, penerapan PM-AAS diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam mendorong pertanian yang lebih efektif, efisien, dan produktif di Nusa Tenggara Timur.